Jumat, 04 Maret 2016

Kenikmatan Saat kepergian Kekasihku

 Agen Poker Online


Agen Poker OnlineSaya boleh dikatakan bukan type lelaki yang over seks, saya hanya ingin membagi pengalaman lewat media ini. Dengan kisah ini, mungkin dapat menambahkan perbendaharaan kisah nyata yang ada di 17Tahun ini.

Awalnya, saat Dana (panggilan akrabku kepadanya) yang akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya. Dana memang seorang cewek yang cukup cerdas dan tergolong masih lugu, sangat kontras dengan saya yang hanya memiliki IQ cukup-cukup makan saja dan teman-temanku menyebutku si nakal. Saya berkerja pada sebuah perusahaan BUMN, hubungan kami terjalin saat saya belum bekerja.

Dana sebenarnya ingin melanjutkan pendidikannya di Yogjakarta, namun karena ayahnya kurang setuju dengan hubungan kami, dengan terpaksa dan akhirnya satu-satunya jalan diambil ayahnya Dana untuk memisahkan kami. Ayahnya menyekolahkannya ke luar negri, yaitu ke Australia.
“Bang Ir, rasanya saya tak tahan pisah jauh dan..” isak Dana ketika kami duduk berdua di taman belakang rumah saya.
“Sudah suratan tangan kita barangkali.., tapi percayalah, dimana ada kemauan, disitu ada jalan..” balasku sambil membelai rambutnya yang terurai indah.
Dana tiba-tiba menarik saya ke dalam kamar pribadiku. Mungkin karena rasa yang mendalam yang membuatnya seperti itu. Mulanya saya heran dengan apa yang ada dibenak Dana. Rasa heranku hilang ketika Dana menciumku sambil berusaha membuka celana panjangku.

Agen Judi Poker - Terus terang, selama kami berpacaran, hanya sebatas ciuman dan pelukan saja yang kami lakukan. Entah kenapa dengan Dana saat ini, saya tidak nekat berbuat lebih dari seperti apa yang pernah saya lakukan dengan cewek lainnya.
“Bang, Dana ingin menyerahkan apa yang selama ini kita jaga..” dengan pelan tapi pasti, Dana seolah berbisik, sambil membuka pakaian luarnya.
Melihat tubuh Dana yang bahenol dan mulus putih, kawan lahirku (alias batang) terbangun dari tidurnya yang lelap selama ini.

Singkat cerita, setelah kami satu jam lebih melanglang buana dalam gairah percintaan, tubuhnya mengejang pertanda akan mencapai klimaksnya, dan saya masih tetap setia melayaninya. Tidak berapa lama saya menyusul dan kami berdua pun terkulai di ranjang yang sudah tidak beraturan lagi. Kami berdua terhanyut dalam rasa nikmat yang selama ini kami jaga agar tetap menjadi hal yang sangat berharga untuk hari pernikahan kami. Benar-benar pengalaman yang indah yang saya pernah lakukan, apalagi Dana masih perawan, dan memang dengan sedikit usaha yang keras, akhirnya kami berdua dapat melaluinya.

Aku tersentak, dan melihat jam bekerku menunjukkan pukul 12:16 WIB.
“Dan, bangun.. sudah jam dua belas lewat, nanti telat berangkatnya..” sentakku sambil menggoyangkan lengannya yang masih terkulai di atas dadaku.
“Mmm..” suara Dana terdengar lemas.
“Ayo bangun, sayang..” kataku sekali lagi.
“Iya, Bang Ir, aku sayang kamu..” katanya seraya mengambil pakaian, dan saya pun juga demikian.
Pukul 12:40 WIB, kami telah tiba di rumah Dana, jarak rumah kami terpaut kurang lebih 45 Km. Setelah Dana masuk ke rumahnya, saya langsung mengarahkan speda motor saya ke tempat yang telah kami janjikan, agar saya dapat mengantarnya ke bandara udara. Jarak bandara udara ke rumahnya tidak jauh. Singkatnya kami pun berpisah, kulihat wajahnya memerah untuk terakhir kalinya sebelum naik tangga pesawat. Berat hatiku melepasnya, apalagi setelah apa yang baru saja kami lakukan berdua di kamarku.

Agen Poker Online - Dalam perjalan pulang, saya dihadang seorang wanita muda dengan sedan Soluna warna perak di sampingnya. Kelihatannya mobilnya sedang mogok.
“Mas, tolongin saya dong..” jeritnya.
Setelah saya perbaiki, saya pun pamitan padanya.
“Eh.. eh.. Mas, jangan pergi dulu, saya ingin tanya alamat..!” katanya sambil menarik tangan kiriku yang sudah memegang stang sepeda motorku.
Dia menawari saya untuk bisa mengantarnya ke rumahnya, karena dia takut kalau-kalau mobilnya ngadat lagi di jalan.

Pendek cerita, kami pun sampai pada alamat yang dituju. Sebuah rumah tergolong mewah dengan tamannya yang terawat rapih menghiahi halaman yang cukup luas. Di rumah tersebut hanya ada seorang pembantu dan seorang pengurus taman. Rumah tersebut milik suami wanita muda tersebut. Barangkali sebagai rasa ucapan terima kasihnya padaku, wanita tersebut mengajakku masuk dan menawarkan saya minum. Karena rasa lelah dan haus sehabis membenarkan mobilnya, tawaran tersebut tidak saya tolak.

Suaminya bernama Iyan. Suami wanita tersebut sudah dua hari tidak pulang, mengurus proyeknya di luar kota. Begitulah informasi yang disampaikan Sinta, pembantu di rumah tersebut. Kety merupakan isteri simpanan Iyan.

“Mau minum apa, Mas..? Oya kita belum saling kenalan. Nama saya Kety..,” sapanya sambil mengulurkan tangan ke arahku untuk salam perkenalan.
“Irsan..,” balasku singkat sambil menyalami tangannya yang mulus dan lembut itu.
Setelah sekian lama kami mengobgrol, ternyata umurnya sama dengan saya, hanya berbeda dua bulan saja.

Mungkin karena kelelahan, sambil berbincang-bincang, Kety merebahkan badannya dengan posisi kaki lurus di atas kursi panjang. Tanpa disadari olehnya, roknya tersibak, sehingga dengan tidak sengaja mataku melihat pahanya yang putih dan tampaknya berisi. Rupanya Kety sudah dari tadi mengawasi mataku yang sering singgah ke arah pahanya, tapi dia malah tersenyum.

Cukup lama kami berbincang-bincang, tidak berapa lama, saya merasakan ingin buang air kecil.
“Ket, kamar kecilnya sebelah mana..?” tanyaku setengah kebelet setelah minum dua gelas air.
“Masuk saja dari kamar sebelah sana.. terus belok kanan..” jawabnya sambil menunjuk arah kamar tengah.
Tanpa pikir panjang lagi, aku pun beranjak dari tempat duduk. Tidak terasa, ternyata celana dalamku telah basah oleh tetesan air maniku akibat melihat paha Kety tadi. Aku tersentak ketika keluar dari kamar kecil, ternyata Kety telah merebahkan badannya di ranjang kamar dimana saya buang air dalam keadaan hanya memakai celana dalam dan BH saja. Dalam hatiku bercampur aduk. Antara ingin pulang karena merasa tidak etis dan keinginan untuk menikmati pemandangan indah ini.

“Ket, saya pamit dulu, sudah hampir malam, terima kasih atas layanannya,” kataku sambil melihat tubuh indahnya setelah mempertimbangkan untuk pulang saja.
“Mas.., kok buru-buru, kita kan belum cerita banyak. Duduklah dulu disini..” sambil menawarkan tempat di sampingnya.
Karena merasa tidak diijinkan pulang, akhirnya kami pun kembali melanjutkan obrolan kami.
“Mas, tolong ambilkan minyak gosok di rok saya..!” pintanya.
“Ini..” kataku sambil mengulurkan tangan untuk memberikan minyak gosok tersebut kepadanya.
“Tolong gosokin dong Mas..! Kaki Kety.. lemes.” pintanya memelas.

Agen DominoQQ Online - Segera saja tongkat warisan (alias alat vital saya) terbangun, ketika tanganku mulai merambat ke pangkal pahanya, apalagi ketika terdengar desahan Kety yang menggairahkan. Karena tidak tahan akan gairahnya, Kety tiba-tiba menarik badan saya dan kami pun berciuman sambil bergumul. Rabaan demi rabaan membuat kami semakin menerawang. Karena tidak tahan lagi, kami saling membuka pakaian dalam kami. Kugenggam gumpalan dua buah dagingnya yang masih kenyal dan putingnya pun tampak masih merah itu, mungkin karena saling berjauhan dengan suaminya selama ini sehingga kurang mendapatkan perhatian yang lebih.

“Em.., em.., emmhh..” desahnya mendalam ketika tangan kananku serta mulutnya menikmati gumpalan daging tersebut, sementara tangan kiriku merayap menggengam gumpalan daging bawah Kety yang ditumbuhi bulu yang lumayan lebatnya.
Satu jam kami menerawang ke dunia lain sampai akhirnya, “Mas, masukkaan.., udah takk.. tahan lagi..” pintanya.
Aku pun siap untuk melayani permintaanya. Pelan-pelan saya memasukkan tongkat warisanku ke dalam lembah Kety yang telah kembang kempis mengharapkan hantaman dahsyatnya senjataku.

“Akhh.., akhh.., lebih cepat Mas..,” pinta Kety sambil membantu genjotanku dengan menarik kuat-kuat punggungku.
“Akhh.., akhh..” kali ini Kety tanpa sadar berteriak keras, pertanda sudah sampai pada klimaksnya.
Kurubah posisi, Kety kuarahkan untuk telentang dan kuangkat pinggulnya sedikit. Pelan-pelan kumasukkan tongkat warisanku ke dalam lembah Kety yang menawan itu.
“Cleekk.., cleekk..” terdengar cairan dari dalam lembah Kety ketika tongkat tersebut masuk.
“Akhh.. emm..,” desahnya sambil meremas seprei warna merah muda bercorak karena menahan gairah yang dirasakannya.
Untuk kedua kalinya Kety mencapai klimaksnya, ketika itu, aku pun tidak tahan lagi untuk mengeluarkan maniku.
“Ket.., aku mau keluuaarr..”.

Setelah masing-masing mencapai klimaksnya, kami terbaring lemas dan sekujur badanku basah oleh keringatku. Tanpa terasa, jam dinding ruang tamu berbunyi sembilan kali, pertanda telah menunjukkan pukul sembilan malam.

“Saya pamit dulu yah..?” kataku sambil beranjak mengambil pakaian dalamku di lantai.
“Mas, disini saja bermalam.” kata Kety sambil berusaha menarik tangan kananku.
“Nanti suamimu datang, gimana dong Saya..?” timpalku.
“Mas Iyan paling besok sore baru datang.”
“Kalau ketahuan sama pembantu bagaimana..?”
“Sudah Saya katakan bahwa Mas adalah Abang kandungku dari Medan.”
“Mas, Saya tidak pernah mengalami nikmat seperti ini, Punya Mas cukup panjang dan besar dibanding punya Mas Iyan. Mas.., tidak keberatan kan kalau kita ulangi lagi nanti..?” pintanya.
Aku tertegun sejenak kemudian menjawabnya, “Boleh aja, asal jangan sampai tercium sama orang lain setelah ini.”

Akhirnya saya memutuskan untuk menginap semalam di rumahnya. Tengah malam dan bangun pagi kami pun mengulanginya lagi kegiatan percintaan kami, sampai akhirnya saya pamitan kepadanya.

Nikmatnya Seks Dengan Miss Foni

 Agen Poker Online


Bisnis PokerCuaca yang panas membuat tubuh ini ingin mandi setelah seharian mengajar home school di rumah Sasha. Badan kembali segar setelah aku mandi dan selanjutnya bergegas untuk menikmati sore itu dengan membaca majalah yang aku beli siang tadi. Ketika sedang asyiknya membaca majalah, tiba-tiba HP ku aku berdering, kring…kriiingggggg… aku angkat,

“ Hello selamat sore Yudha ? “
“Hello Foni, kamu lagi dimana ? udah di rumah ? “
“ Iya Yudha, aku sudah di rumah, baru selesai mandi, ada apa ? “
“ Aku mau ajak kamu makan malam sama Shasa, apa kamu bisa ? “
“ Baik Yudha aku siap-siap dulu kalau begitu “
“ Ok aku jemput 30 menit lagi “

30 menit kemudian bel rumah berbunyi ting..tooooong

Agen Poker Online - Aku buka pintu rumah dan Shasa sudah di depan pintu menunggu aku

“Eh Shasa mana papa kamu ?”
“Papa sudah nunggu di mobil Miss Foni, kita berangkat sekarang “
“Oke Shasa, Miss Foni tutup pintu dulu “

Selanjutnya aku tutup pintu rumah dan bergegas ke mobil untuk jalan ke sebuah tempat makan di tengah kota.

Sekitar 2 jam kita makan dan bercerita tentang banyak hal di tempat makan, serasa makin hari hubungan aku dengan keluarga itu makin erat. Hinga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dalam perjalanan pulang Shasa menanyakan sesuatu kepada papanya.

“ Pa, boleh gak Miss Foni tinggal di rumah kita ?”
“Hei, napa gitu Shasa? Ya jangan dong masa Miss Foni tinggal di rumah Shasa? “ jawabku
“Iya kalau miss Foni ga mau, ya sudah aku ga mau diajar lagi sama miss Foni” Shasa terlihat kecewa 

Namun Yudha kemudian member pengertian kepada Shasa,

“ Mungkin miss Foni malam ini boleh tidur rumah dulu deh “
“ Asyikkk, aku ada yang menemani “ Shasa gembira mendengar jawaban papanya. 
“Baiklah kalau kalian minta “ jawab aku sambil mencium dahi Shasa.

Akhirnya malam itu aku menginap di rumah Yudha untuk menemani Shasa.
 
Agen DominoQQ Online - Sesampai di rumah, kami membersihkan diri dulu sebelum tidur dan Shasa mulai manja ajak tidur aku dengan memintaku bercerita sebelum tidur. Malam itu Shasa gembira sekali mendengarkan cerita aku dan hingga sejam kemudian dia terlelap tidur. 

Setelah Shasa tertidur pulas aku beranjak pindah ke kamar aku yang sudah disediakan oleh keluarga Yudha. Rasanya badan mulai terasa letih dan ingin segera tidur di ranjang karena seharian tadi mengajar Shasa di rumah ini. 

Aku membuka pintu kamar dan menyalakan lampu yang ada di kamar tersebut, di dalam kamar ternyata Yudha sudah menunggu aku. 

“ Malam Fon, sengaja aku menungu kamu di sini “
“ hai Yudha, lama nuggu ? “
“ Lumayan sih sejam ”
“Nunggu Shasa tidur “

Lalu kita saling berpelukan dan saling memandang satu sama lain, merasakan kerinduan yang tak terkatakan di antara kita berdua. Tanpa banyak kata kita saling melumat di kamar itu, rasa rindu yang lama terpendam tersebut membuat panasnya suasana malam itu. Satu persatu baju kami lepaskan dan mulai saling merangsang satu sama lain. Yudha rebahin aku di ranjang dan mulai lidahnya memainkan putingku. Jari-jarinya memainkan klitoris aku dan membuat aku makin menggelinjang teratur. Aku melenguh merasakan rangsangan bertubi-tubi dari Yudha.

“Oooh Yudha….

Agen BandarQ Online - Yudha tak pedulikan aku yang makin terangsang hebat karena lumatan dan jari-jarinya yang merangsang tubuh aku. Lalu dia lebarin paha aku dan mulai menjilat vagina aku dengan lidahnya yang makin liar. Terasa basah lubang kewanitaanku dan dia makin semangat melumatnya seperti melumat bibir. Denyutan kecil mulai terasa dan aku merasakan lender yang makin banyak. 

“Uhhhhh…Yudha

Sambil mengecup dan melumat lubang vagina, tangan Yudha memainkan putting aku dan aku makin menggelinjang dibuatnya. Semakin basah rasanya lubang vagina aku karena ulah Yudha dan terasa akan klimaks, namun Yudha menghentikan lumatan di vagina aku dan membiarkan vagina aku berkedut-kedut menggelinjang hingga sedikit lender keluar dari lubang kewanitaanku. Terasa melayang dibuatnya hingga klimaks. 

Lalu Yudha bangkit dan menyodorkan batang penisnya ke mulut aku dan memintaku untuk mengulumnya. Batangnya yang keras menyodok mulut aku hingga aku tidak biisa bernafas. Kepala aku dipegangnya dan dia sodok dan tahan di mulut. Kerongkongan aku terasa tersedak kena batang Yudha yang menyodok semakin dalam.

Setelah foreplay yang makin panas, selanjutnya Yudha menarik batangnya dari mulut aku dan memainkan di bibir aku. Selang bebrapa saat dia lebarin paha aku dan mulai memasukkan batangnya ke dalam vagina aku. Dia gosok-gosokan batang penisnya di luar lubang vaginaku yang basah dan licin. Rasanya aku dibuat penasaran karena ulahnya itu, namun Yudha tahu kalau aku meintanya segera memasukkannya. 

Pelan-pelan kepala penisnya menyusup ke dalam vagina aku dan mulai dia pompa dengan menindih aku. Semakin ke dalam dan menahannya sejenak sambil melumat bibir aku. Hujaman dari batang Yudha makin cepat sehanga aku mulai merasakan akan klimaks. 

“OOOhhhh…aaaarrghhhhhhh

Tiba-tiba otot di vaginaku mulai mengejang dan aku klimaks namun Yudha tidak menghentikan hujamannya walaupun aku jepit dengan otot-otot vagina aku.

“oooohhhhh…uuuuhhhh “

Makin lama makin cepat dan terasa denyut batangnya menandakan akan keluar. HIngga pada akhirnya sperma Yudha menyembur ke dalam vagina aku dengan deras.

Terasa hangat semburannya di dalam liang vagina aku, sambil Yudha tetap menghujamnya sehingga menghasilkan bunyi kecipak di lubang vagina aku. 

“ck..ck..ck.. “

Lalu yudha mencabutnya dan aku terkulai lemas di sampingnya setelah mendaki puncak kenikmatan. Sambil istirahat sejenak kita saling berciuman dan saling merangsang satu sama lain. Yudha rebahan di ranjang dan aku melihat batangnya masih cukup keras untuk dipergunakan kembali. 

“ OOhhhhh Fonny lagiii “

Yudha suka akan permainanku itu dan aku gantian menindih Yudha dan sekarang posisi aku di atasnya, sehingga permainan aku kendalikan. Aku menggelinjang di atas tubuh Yudha saat kami bersetubuh kembali.

Aku jepit tahan batangnya sehinga Yudha melenguh keenakan merasakan jepitan lubang vagina aku. 

‘Oooooooooooooooooooohhhhhhhh…………….. 

Sambil memutar pinggul lalu menahan batangnya yang keras kembali aku jepit dan memerasnya di dalam agar segera klimaks kembali. Batang Yudha mengeras kembali hingga tak kuasa aku merasakan nikmat yang tiada tara. Gesekan antara kulit batangnya dan lubang vagina menyebabkan kenikmatan tersendiri. Hingga pada akhirnya kita mulai merasakan ada denyut otot penis dan vagina saling berkontraksi. Sejenak aku merasakan sensai denyutan tersebut dan akhirnya masing-masing dari kita klimaks. 

“Oooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……….

Sambil pelukan kita merasakan denyutan di dalam vagina hingga denyutan itu makin berkurang dan kembali seperti sedia kala.

Selanjutnya Yudha mencabut batang penisnya dan memintaku mengulumnya agar kembali bersih. Meskipun sedikit lemas aku tetap membuatnya nyaman kembali dan kita berpelukan untuk tidur di ranjang sampai pagi tiba.

Selasa, 01 Maret 2016

Seks Dengan Putri Yang Sangat Mengairahkan

 Agen Poker Online

Bisnis Poker - Aku seorang ayah dengan 2 orang anak, cewek dan cowok, orang bilang pas sekali. Pada mulanya rumah tanggaku baik-baik saja dan enggak ada masalah apalagi dengan kedua anak yang manis-manis. Tetapi setelah berjalan sekian tahun tanda-tanda ketidak harmonisan itu mulai terlihat.

Aku sendiri mempunyai problem seks yang tidak pernah merasakan kepuasan setiap bercinta dengan istriku. Aku selalu bingung untuk curhat yang sedang aku alami, karena buat aku nggak ada orang yang bisa dipercaya dalam curhat masalah seks. Jangankan aku orang awam, para pejabatpun banyak diterpa gossip sex.

Karena itulah kebetulan kantor tempatku kerja ada fasilitas online yang setiap saat bisa digunakan. Dari situlah aku mulai mengenal dan mulai mempelajari ilmu pengetahuan dan sekaligus tekhnologi yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Termasuk chatting yang merupakan salah satu ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya.
Pada mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting, karena aku pikir itu hanya akan membuang-buang waktu saja dan kurang efisien apalagi setiap hari aku disibukkan oleh kerjaanku yang selalu menumpuk dan menumpuk. Tetapi lama kelamaan aku jadi ketagihan dan setiap hari aku selalu meluangkan waktu barang sebentar untuk membuka salah satu website yang punya fasilitas chat.

Agen Poker Online - Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu ‘kehidupan sex having fun’. Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname putra, hingga masuklah seorang ibu muda yang berusia sekitar 30-an tahun yang mengaku namanya Putri. Putri yang bekerja di salah satu perusahaan swasta dan tinggal di sekitar Jakarta Selatan dengan paras yang cantik serta manis dengan bentuk tubuh yang tidak begitu tinggi (itu semua aku ketahui setelah Putri mengirim foto via email padaku).

Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini kami sering curhat tentang berbagai masalah, dari masalah kantor hingga kehidupan rumah tangganya. Karena sudah sering online, dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex-nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap ada kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia bahkan sebaliknya.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat. Pada waktu itu bulan Nopember 2002, dan hari pertemuan kami tentukan bersama hari kamis. Setelah menentukan tempat dan tanggal, hari itu kami bertemu. Dengan perasaan deg-degan, sepanjang perjalanan aku berpikir secantik apakah Putri yang usianya lebih satu tahun dari aku. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar-benar ketemu dengan Putri.
Wow! Aku berdecak kagum setelah melihat dia, wajahnya manis dan keibuan, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun dengan ditambah pakaian yang minim membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya.


Agen DominoQQ - Dari penampilannya tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan satu orang anak, Putri adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. Pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam, saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia. Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota tak jauh dari tempat kami bertemu.

Sepanjang perjalanan menuju motel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras putri yang cantik dan manis sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis. Dan sepanjang itu juga ‘adik kecilku’ mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memesan sebuah kamar untuk istirahat kami berdua.

Untuk menghilangkan rasa kegugupan kami berdua saat berada di kamar, aku berusaha membuka pembicaraan dengan menanyakan keadaan anak dan suaminya. Pembicaraan itupun sebenarnya hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng ‘adik kecilku’ yang sudah meronta ingin unjuk gigi.
“Putr, meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata putri.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang, dan dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras. Bagaikan dikomando aku menciumi leher putri yang terlihat sangat bersih dan putih.

“Putri kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Putraa.. Jangaan please..,” desahan Putri membuat aku semakin terangsang maklum sudah beberapa bulan aku tidak pernah bercinta dengan istriku.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Putri yang jenjang.

“Akhh Putraa..” tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Putri yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.

“Ooohh.. Mas Putra..”
Putri mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh..
“Put, aku buka baju kamu yach, biar tidak kusut..,” pintaku.Cerita Sex Terbaru
Putri hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku.

Setelah terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Putri yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Putri yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam. Daann.. Wow.. Tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Putri untuk kemudian mulal melepas BH dan menjilati puting Putri yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya.

“Ooohh Putra.. Kamu nakal sekali sayang..,” rintih Putri.
Dan saat aku mulai menegang.. Putri berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Putri untuk bangkit dari pinggir ranjang. Parfum Putri yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui {baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Putri.

Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Putri, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Putri. Tanpa berpikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Putri.
“Oohh.. Maas.. Nikmat.. Sayang,” Putri merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaanya .

“Akhh.. Kamu pintar sekali sayaang..” Desah putri disaat kocokkan jariku semakin cepat, Putri sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
“Mass Putra.. Sayang.. Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau..” putri menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Maass.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr..” Crut-crut-crut.

Putri merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, dia tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan putri begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar.
Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 17 cm, langsung
menghujam celah kenikmatan putri yang sontak meringis..

“Aaakhh.. Putraa..,” desah Putri saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya.
“Mass.. Penis kamu besar sekali.. Aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berpikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Putri ini? Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Putri yang kepuasan bercinta, yang kata Putri belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Putri menggelinjang hebat karena memang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Maass.. Sudah.. Sayang.. Akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku.Cerita Sex Terbaru
Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Putri. Aku tidak mempedulikan desahan Putri yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan penisku yang agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Putri mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Putri yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku sejenak penisku dalam vaginanya.

“Maass.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Kamu hebat sayang, aku.. Nggak tahan..” Seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku.
“Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh..,” rintih Putri.

Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Putri..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Putri.
“Jangan.. Aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Putri.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Maass.. Aku nggak mau..,” rintihan Putri membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
“Akhh.. Oohh.. Putraa.. Sayang keluarin kamu sayang.. Aaakkhh..,” Putri memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Maas.. Please,” pinta Putri.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Putri meminta berganti posisi diatas.
“Maas Putraa aku ingin diatas..”
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Putri bangkit dan Iangsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Maas asyik.. Ooohh.. Enak..” Putri merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Maass..”
Goyangan pinggul Putri membuat gelitikan halus di penisku..
“Putt.. Puttrii.. Akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Putri menggoyang pinggulnya.
“Mass.. Aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Putri menekankan dalam-dalam
tubuhnya hlngga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.

“Aaahh.. Ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vaginanya. Daann.. semburan spermaku langsung keluar di dalam lubang Putri, tetapi tiba-tiba Putri berdiri.

“Aakhh Maass nakal..”
Dan Putri berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, ceritasexterbaru.net karena memang dia tidak pernah menggunakan KB. Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


“Putraa, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayaang,” tanya Putri.
Aku menjawab lirih, “Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayang.. Kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suamiku,” puji Putri.
“Maass.. Kamu hebat sekali dalam bercinta.. Aku suka style kamu,” sekali lagi puji Putri sambil kecup bibirku.
Inilah kisah percintaanku dengan perempuan yang tidak mendapatkan kepuasan dari suaminya, dan dari pertemuan tersebut aku dapat melihat kepuasan pada diri Putri.